Tanggungjawab Hukum dalam Penerbitan Bilyet Sebagai Alat Pembayaran Hutang

ABSTRACT

Penggunaan bilyet giro sebagai salah satu alat pembayaran dalam praktek semula timbul atas kepercayaan untuk melayani amanat nasabahnya yang mempunyai simpanan giro pada bank tersebut, yang melakukan penarikan dengan bentuk yang tidak berdasarkan peraturan-peraturan tertentu. Sifatnya hanya merupakan perintah pemindahbukuan dari penerbit kepada bank untuk kepentingan penerima bilyet giro. Permasalahan yang diangkat dalam penulisan ini adalah bagaimana prosedur dan syarat-syarat penerbitan bilyet giro dan bilyet giro kosong, bagaimana kedudukan bilyet giro sebagai alat pembayaran hutang dan hambatan yang timbul dalam penggunaan bilyet giro serta cara mengatasinya, bagaimana tanggung jawab penerbit bilyet giro terhadap bilyet giro yang diterbitkan. Metode pendekatan yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah pendekatan yuridis normatif dan pengumpulan data melalui data skunder. Metode analisis yang dipakai adalah kualitatif, dan penyajian datanya dalam bentuk laporan tertulis secara ilmiah. Bilyet giro hanya dapat digunakan untuk pemindahbukuan saja dan tidak dapat diuangkan secara tunaimaka dirasa lebih aman, sehingga masyarakat cenderung untuk menyukainya, namun dalam kenyataannya bilyet giro yang diharapkan dapat memenuhi fungsinya sebagai alat pembayaran giral yang praktis, efisien, dan aman belum dapat diwujudkan sepenuhnya. Hal ini disebabkan dengan adanya hambatan-hambatan didalam penggunaan bilyet giro, khususnya dalam kaitannya dengan tanggung jawab penerbit bilyet giro terhadap bilyet giro yang diterbitkannya, seperti adanya penerbitan bilyet giro kosong, pembatalan bilyet giro dan kemungkinan dapat diperalihkannya bilyet giro. Perjanjian penggunaan bilyet giro sebagai alat pembayaran dalam transaksi jual beli dilakukan antara penerbit, bank dan penerima atau penarik dana. Hubungan hukum penerbit dan penerima didahului adanya perikatan dasar yaitu adanya perjanjian seperti jual beli, sewa menyewa, selanjutnya penerbit wajib menyediakan sejumlah dana seperti yang tertera dalam bilyet giro. Tanggung jawab penerbit bilyet giro terhadap bilyet giro yang diterbitkan adalah menyediakan dana yang cukup pada hari pembayaran (biro gilyet efektif), bersedia mematuhi perintah (konfirmasi) dari bank tertarik untuk segera menyediakan dana yang cukup

Share Info Via:

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on twitter
Twitter
Share on google
Google+
Share on linkedin
LinkedIn