Perlindungan Hukum Terhadap Pengelola Domain Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik

ABSTRACT

Perusahaan cenderung menggunakan merek dagangnya sebagai nama domain yang diperoleh dengan cara pendaftaran sebelum dibuat suatu website. Para pihak mendaftar terlebih dahulu nama domain yang mempunyai nilai komersial, kemudian dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi dari harga pendaftaran. Tindakan demikian sangat merugikan pelaku usaha yang benar-benar mempunyai kepentingan terhadap nama domain itu sendiri. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu bagaimana pengaturan Pengelola Nama Domain menurut Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008, Bagaimanakah pelaksanaan pengelolaan nama domain di Indonesia dan Bagaimanakah perlindungan hukum terhadap pengelola domain ditinjau dari undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik. Adapun Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Penyusunan skripsi ini, data dan sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Pengumpulan data dilakukan dengan cara studi kepustakaan (library reaseacrh). Analisa data yang dipergunakan metode kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Pengelola Nama Domain menurut Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 diatur dalam Pasal 23 Ayat (1), (2) dan (3) dan Paal 24 ayat (1), (2) dan (3) dijelaskan bahwa Nama Domain berupa alamat atau jati diri penyelenggara negara, Orang, Badan Usaha, dan/atau masyarakat, yang perolehannya didasarkan pada prinsip pendaftar pertama (first come first serve). Prinsip pendaftar pertama berbeda antara ketentuan dalam Nama Domain dan dalam bidang hak kekayaan intelektual karena tidak diperlukan pemeriksaan substantif, seperti pemeriksaan dalam pendaftaran merek dan paten. Pendaftaran dan penggunaan Nama Domain yang semata-mata ditujukan untuk menghalangi atau menghambat Orang lain untuk menggunakan nama yang intuitif dengan keberadaan nama dirinya atau nama produknya, atau untuk mendompleng reputasi Orang yang sudah terkenal atau ternama, atau untuk menyesatkan konsumen. Perlindungan hukum terhadap pengelola domain ditinjau dari undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik berupa kode atau susunan karakter yang bersifat unik untuk menunjukkan lokasi tertentu dalam internet dan melakukan pemeriksaan terhadap pendaftaran nama domain agar terjadi adanya itikad baik, ataupun tidak terlanggarnya hak orang lain dalam pendaftaran nama domain.

Share Info Via:

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on twitter
Twitter
Share on google
Google+
Share on linkedin
LinkedIn